DURI-Narasiriau.id — Program pembinaan UMKM yang diusung oleh PT. Patra Drilling Contractor (PDC) terus membuahkan hasil nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar area operasional Duri. Salah satu pelaku UMKM binaan PDC di Desa Petani, Kecamatan Batin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Dalisa (Liza), sukses mengolah limbah minyak goreng bekas melalui program MALIKA (Mari Kelola Jelantah Kita) menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Wawancara langsung bersama pelaku usaha binaan PDC ini digelar di Jalan Rangau KM 15 Simpang KUD Desa Petani. Rabu (2/9/2026) Kegiatan lapangan tersebut difasilitasi oleh manajemen PDC bagi insan pers yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Energi Nasional (KONEKSI).
Apresiasi dari KONEKSI untuk Program MALIKA
Ketua Komunitas Jurnalis Energi Nasional (KONEKSI), Hari Jummaulana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT. Patra Drilling Contractor (PDC) atas fasilitas dan akses lapangan yang diberikan kepada para jurnalis untuk melihat langsung dampak program CSR perusahaan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT. Patra Drilling Contractor (PDC) yang telah memfasilitasi kegiatan wawancara langsung ini. Melalui program MALIKA (Mari Kelola Jelantah Kita), PDC terbukti tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional di Duri, tetapi juga memiliki kepedulian nyata dalam memberdayakan ekonomi warga dan menjaga lingkungan sekitar," ujar Hari Jummaulana.
Tekun Jalani Pelatihan hingga Mandiri
Liza menceritakan awal perjalanannya mengikuti pelatihan program MALIKA yang diselenggarakan oleh PDC bersama puluhan peserta lainnya. Meskipun sebagian peserta memilih tidak melanjutkan, Liza tetap bertahan dan konsisten memproduksi olahan minyak jelantah hingga saat ini.
"Dulu diajarkan pelatihan selama tiga hari dan dilanjutkan pembinaan intensif secara daring selama tiga bulan oleh PDC. Dari situ saya terus mencoba secara mandiri hingga akhirnya bisa rutin memproduksi," kata Liza.
Melalui program MALIKA ini, Liza mampu memproduksi tiga varian produk olahan utama:
- Lilin Aromaterapi (produk paling diminati untuk suvenir dan pesanan pesta)
- Sabun Cair
- Sabun Padat
Untuk menjaga keberlanjutan bahan baku, Liza menerapkan sistem barter dengan pedagang donat, gorengan, serta masyarakat sekitar. Minyak jelantah yang ditukarkan warga akan diganti dengan produk sabun cair hasil olahannya. Sementara bahan kimia pelengkap lainnya dipesan secara mandiri lewat toko daring.
Kebutuhan Rumah Produksi dan Akses Pemasaran
Meski kini mampu menambah penghasilan keluarga, Liza mengaku masih menghadapi kendala, terutama terkait ruang produksi, legalitas, dan jangkauan pemasaran.
Saat ini seluruh proses pengolahan masih dilakukan di rumah pribadinya. Ia berharap ke depan pihak PDC bersama pemerintah setempat dapat memfasilitasi hadirnya rumah produksi resmi untuk melipatgandakan kapasitas produksi dan jangkauan pemberdayaan masyarakat.
"Kalau ada rumah produksi, saya bisa merangkul dan mengajak ibu-ibu di desa ini untuk ikut belajar dan mengembangkan ekonomi bersama. Selain itu, kami sangat membutuhkan pelatihan strategi pemasaran, kemasan (packaging), serta dukungan agar produk ini bisa masuk ke pasar yang lebih luas seperti kafe atau swalayan," pungkasnya.
Proses legalitas produk, seperti izin usaha dan uji laboratorium BPOM, saat ini juga sedang ditempuh guna memastikan keamanan serta kelayakan produk sebelum dipasarkan secara masif.
Pendampingan berkelanjutan dari PT. Patra Drilling Contractor (PDC) melalui program MALIKA ini diharapkan dapat terus menjadi pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, khususnya di wilayah Duri dan sekitarnya.***Rls

Posting Komentar