KAMPARUTARA-Narasiriau.id - Anggota DPRD Kabupaten Kampar Dapil IV, Ramli, S.Kom, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar bergerak cepat menyusun sejumlah aspirasi masyarakat Kecamatan Kampar Utara. Ia menegaskan hasil reses tidak berhenti menjadi catatan, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.
Hal itu disampaikan Ramli usai melaksanakan Reses Masa Sidang III DPRD Kabupaten Kampar Tahun 2026, 24–25 Agustus 2026. Berbagai persoalan disampaikan warga, mulai dari konflik dan persoalan lingkungan terkait PT KKU, pelayanan Puskesmas, kerusakan jalan, sarana pendidikan keagamaan, fasilitas olahraga, jaringan telekomunikasi hingga pengembangan UMKM.
"Reses bukan sekedar datang, mendengar lalu mencatat. Aspirasi masyarakat harus dibawa ke perencanaan, diperjuangkan dalam penganggaran dan dikawal sampai ada tindak lanjut nyata. Yang bisa ditangani sekarang, jangan menunggu tahun depan," kata Ramli, yang juga Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kampar.
Salah satu aspirasi serius disampaikan Randi Abdillah, Ketua Pemuda Desa Sungai Jalau, terkait aktivitas PT KKU yang diduga berdampak terhadap lingkungan dan kegiatan pertanian masyarakat. Warga juga meminta perhatian terhadap konflik yang terjadi serta perlindungan sesuai hukum bagi masyarakat yang sedang menghadapi proses hukum dalam memperjuangkan haknya.
Ramli meminta pemerintah dan instansi berwenang hadir serta memastikan aktivitas perusahaan berjalan sesuai perizinan dan ketentuan lingkungan.
“Investasi harus kita dukung, tetapi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan juga wajib dilindungi. Jika ada persoalan, pemerintah harus hadir, turun ke lapangan dan mencapai penyelesaian yang adil,” ujarnya.
Aspirasi lain datang dari Rahmad Hidayat, Ketua Pemuda Balai Jering, yang meminta peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas, termasuk respon dokter dan perawat serta pelayanan rujukan. Ramli meminta Dinas Kesehatan menjadikannya bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara persoalan infrastruktur disampaikan Nur Ihwan, Kepala Dusun Sangkar Puyuh, yang menyarankan pengaspalan akses Pulau Tengah dan hotmix jalan RT 04 Sangkar Puyuh. Zefri mengusulkan perbaikan jalan penghubung Kampung Panjang Simpang Raya, sedangkan Haryani, warga Kayu Aro, meminta pengaspalan jalan penghubung Desa Kayu Aro–Desa Sawah yang dinilai sudah lama belum mendapat sentuhan pembangunan.
Kepala Desa Muara Jalai, Fajrul, juga meminta penanganan ruas-ruas jalan di Kampar Utara serta peningkatan jaringan internet untuk mendukung pelayanan di Kantor Camat.
“Saya berharap PUPR turun melihat kondisi ruas yang diusulkan. Kalau belum bisa dibangun seluruhnya, petakan yang paling mendesak. Jalan berlubang yang masih bisa diselesaikan melalui pemeliharaan jangan dibiarkan sampai berat rusak,” tegas Ramli.
Di sektor pendidikan keagamaan, Riki Ardi, Ketua RT 04 Sangkar Puyuh sekaligus Kepala MDA Al-Azhar, menginspirasi meubeler dan sarana belajar. Warga juga mengusulkan kanopi tempat wudhu Masjid Al-Azhar serta peningkatan lapangan olahraga di Desa Sungai Jalau.
Tak hanya pembangunan fisik, Ramli juga menerima aspirasi pengembangan UMKM Jahe Merah Berkah Kayani milik warga Kayu Aro. Ia berharap OPD terkait membantu pelatihan, pengemasan, perizinan hingga promosi agar produk lokal mampu berkembang dan memperluas pasar.
Ramli memastikan seluruh aspirasi tersebut akan dikawal melalui Pokok-Pokok Pikiran DPRD, Musrenbang, pembahasan bersama OPD, APBD dan APBD Perubahan sesuai skala prioritas.
“Yang membutuhkan anggaran kita perjuangkan. Yang bisa diselesaikan melalui kebijakan dan koordinasi OPD, segera kita dorong. Jangan sampai aspirasi yang sama terus disampaikan masyarakat setiap reses karena tidak pernah ada tindak lanjut,” pungkas Ramli.***

Posting Komentar