Tak Cukup Andalkan IPK, Mahasiswa UPBI Dibekali Keterampilan Kunci Dunia Kerja

 


PEKANBARU-Narasiriau.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI) menggelar Seminar Pengembangan Kepribadian dan Soft Skill di Era Gen Z di Kampus UPBI, Jalan Diponegoro No. 42 Pekanbaru. Sabtu (6/6/2026)


Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menjadi wadah penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis serta perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat.


Seminar ini terselenggara dengan dukungan sejumlah mitra, di antaranya SKK Migas–EMP, Fitbar, Nulife, Mentai ID, Olive Milk, Rotte, PT Gindat Group, dan Persada Production.


Acara diawali dengan Berbagai Ketua Pelaksana Sartika, S.Sos., MIKom., dilanjutkan Wakil Rektor I Bidang Akademik UPBI Dr. Hj. Agustin Basriani, SE., MM., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPBI A'ang Chaarnaillan.


Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mahasiswa aktif mengikuti sesi pemaparan materi dan diskusi yang menghadirkan tiga narasumber dari bidang komunikasi, media, dan pengembangan sumber daya manusia.


Narasumber ketiga tersebut yakni Muhammad Hanshardi, S.Pi., MIKom., praktisi komunikasi dan media Relations; M. Hafiz Ona Hadi Putra, SE., C.MT; serta Hari Jummaulana, SIKom., MIKom., akademisi sekaligus praktisi komunikasi.


Dalam pemaparannya, Muhammad Hanshardi menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya fokus pada prestasi akademik. Menurutnya, perusahaan membutuhkan individu yang memiliki kemampuan beradaptasi, integritas, disiplin, dan mampu bekerja secara kolaboratif.


“IPK memang penting, tetapi kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, dan sikap profesional sering kali menjadi faktor yang menentukan keberhasilan seseorang di dunia kerja,” ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa sektor industri, khususnya migas, memiliki karakteristik high technology, high risk, high cost, dan high impact, sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu mengambil keputusan secara tepat.


Sementara itu, Hari Jummulana menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, Generasi Z harus memiliki kemampuan berpikir kritis untuk membedakan informasi yang telah terverifikasi dengan konten yang hanya mengejar popularitas.


“Literasi digital dan etika bermedia sosial menjadi penting bagi pelajar untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” ujarnya.


Selain penyampaian materi, seminar juga diisi sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai pengembangan karakter, komunikasi efektif, hingga persiapan memasuki dunia profesional.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kepribadian yang kuat sebagai modal utama menghadapi persaingan kerja di era digital.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama